Dengan kelemah lembutan kebutuhan akan dapat diperoleh dan dengan
berhati-hati akan mudah segala hal yang dikehendaki. Orang yang berpikir
sebelum melakukan sesuatu memliki kecenderungan untuk berhasil dan
sebaliknya segala sesuatu yang dilakukan dengan tergesa-gesa
kecenderungannya adalah kegagalan.
Barangsiapa yang dalam urusannya berada pada posisi tidak memikirkan
akibatnya, maka ia telah menghadapkan dirinya pada musibah yang besar.
Tahanlah diri dari suatu jalan jika khawatir akan tersesat, sebab
menahan diri ketika ragu adalah lebih baik. Diantara taufik-taufik itu
adalah berhentilah ketika ragu. Pelarangan dari apa yang menjadikan mata
berkeinginan memandangnya, maka disitulah terletak pahala dan siksa.
Orang yang baik adalah orang yang mampu mengatur nafsunya sesuai
keinginannya dan menolaknya dari keburukan dan mencegah nafsu yang
bertentangan dengan akal, yaitu dengan menentang keinginannya, dengan
demikian sampailah pada derajat orang baik.
Sesungguhnya nafsu adalah permainan, maka jika datang permainan maka
hilanglah kesungguhan, sedang agama tidak pernah berdiri tegak dan dunia
tidak akan menjadi baik kecuali dengan kesungguhan. Jika meninggalkan
suatu yang benar, berarti akan sampai pada suatu yang salah.
Kepada Allah-lah berharap, Dia memperbaiki apa yang rusak dari hati,
sebab hati berada ditangan-Nya dan Dia mengatur sesuai dengan yang
dikehendaki-Nya. Hendaklah seseorang diantara kalian menjauhkan diri
dari aib orang lain yang diketahuinya karena ia mengetahui aib dirinya
sendiri.
Hendaklah menyibukkan diri dengan bersyukur karena kesehatan yang
diberikan Allah, sementara orang lain diberi cobaan dengan ditimpa
penyakit. Jangan mencela orang yang berdosa, bisa saja dosa itu sudah
diampuni-Nya dan jangan merasa aman karena melakukan dosa kecil, karena
bisa jadi akan diazab karena dosa kecil itu.
(Ali bin Abi Thalib r.a)
Kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka
dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang
yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang
berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang
suka mencela. itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang
dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha
Mengetahui
[05:Al Maaidah:54]
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa
[21:Al Anbiyaa’:37]
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa
[17:Al Israa’:11]
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya
terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang
yang beriman. (*)Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka,
melainkan hanyalah agar Kami dapat mem bedakan siapa yang beriman kepada
adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan
Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu
[34:Saba’:20~21]
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa
yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah-lah tempat
kembali yang baik (surga) [03:Al Imran:14]
Iblis berkata: `Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa
aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan
maksiat) dimuka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
(*)kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka`
[15:Al Hijr:39~40]
Hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran)
karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali
kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak
adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa
[05:Al Maaidah:8]
Jika kamu melahirkan apa yang ada didalam hatimu atau kamu
menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu
tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang
dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu
[02:Al Baqarah:284]
Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh
jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang
mengolok-olok)
[49:Al Hujuraat:11]
Rasulullah Saw bersabda: Ada tiga macam orang yang
berbincang-bincang dibawah naungan Arasy dengan penuh rasa aman,
sedangkan pada saat itu manusia berada dalam penghisaban, yaitu:
Seseorang yang tidak takut akan celaan orang yang mencela demi
melaksanakan perbuatan Allah, Seseorang yang tidak pernah memanjangkan
tangannya kepada barang yang diharamkan oleh Allah SWT, Seseorang yang
tidak pernah memandang hal-hal yang diharamkan oleh Allah baginya
[HR. Al Ashbahani]
Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya seorang hamba
mangatakan kalimat yang diridhoi oleh Allah, padahal tidak
memperhatikannya (tidak menyadarinya), maka Allah tetap mengangkat
berkat kalimat tersebut beberapa derajat (pahala) untuknya. Dan
sesungguhnya seorang hamba mengatakan kalimat yang dimurkai oleh Allah
sedangkan ia tidak memperhatikannya (tidak menyadarinya), hal tersebut
tetap akan menjerumus kannya ke dalam neraka
[HR. Ahmad]
Rasulullah Saw bersabda: Ingatlah, aku akan
memberitahukan kalian ibadah yang paling mudah dan paling ringan bagi
tubuh kalian, yaitu diam dan berakhlak yang baik
[HR. Abud Dunya]
Rasulullah Saw bersabda: Jaminlah untuk-ku enam
perkara dari kalian, niscaya kujamin surga untuk kalian, Apabila kalian
berbicara jujurlah, Berjanji tepatilah, Diberi amanat sampaikanlah,
Memelihara kemaluan kalian, Tundukkan pandangan mata kalian, Mencegah
kedua tangan kalian
[HR. Baihaqi]
Rasulullah Saw bersabda: Kelak sesudah-ku,
benar-benar umat-ku akan diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan
gelapnya malam, dizaman itu seseorang dipagi hari dalam keadaan mukmin,
kemudian disore harinya ia menjadi kafir, banyak kaum yang menjual
agamanya dengan harta duniawi yang sedikit
[HR. Al Hakim]
Rasulullah Saw bersabda: Fitnah akan melekat dihati
manusia bagaikan tikar yang dianyam secara tegak menegak antara satu
sama lain. Mana-mana hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan
terlekat padanya bintik-bintik hitam. Begitu juga mana hati yang tidak
dihinggapinya, akan terlekat padanya bintik-bintik putih hingga hati
tersebut terbagi dua. Sebagiannya menjadi putih bagaikan batu licin yang
tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama langit dan bumi masih ada.
Maka sebagian yang lain menjadi hitam keabu-abuan seperti bejana tembaga
berkarat, tidak menyuruh kebaikan dan tidak pula melarang kemungkaran,
segala-galanya adalah mengikuti keinginan
[HR. Bukhari, Muslim]
Rasulullah Saw bersabda: Beruntunglah orang yang
sibuk dengan aib-nya sendiri, tidak memperdulikan aib-aib orang lain,
lalu ia menafkahkan kelebihan dari hartanya dan menahan mulutnya
[HR. Ad Dailami]
Rasulullah Saw bersabda: Ada dua nikmat yang selalu memperdaya kebanyakan manusia, yaitu sehat dan waktu senggang
[HR. Bukhari]
Rasulullah Saw bersabda: Diriwayatkan oleh Abu
Hurairah ra berkata: Ketika diturunkan ayat: `Siapa yang melakukan
kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu`.
Orang-orang Islam merasa amat sedih, tetapi kemudian Rasulullah Saw
bersabda: `Permudahlah dan jangan terlalu berlebih-lebihan serta
berusahalah melakukan yang benar. Setiap musibah yang menimpa
orang-orang muslim adalah suatu pelebur kesalahan biarpun hanya sekedar
tersusuk duri`
[HR. Bukhari, Muslim]
Rasulullah Saw bersabda: Ada dua orang pria yang
sudah seperti saudara, yang seorang sering berbuat dosa dan yang lainnya
tekun beribadah, maka yang tekun beribadah selalu menganggap yang lain
bergelimang dosa, dan dia mengatakan pada yang lain, `Kurangilah!` dan
yang tekun beribadah berkata: `Demi Alah, Allah tidak mengampunimu atau
Allah tidak memasukkan kamu ke surga`. Allah menggenggam roh keduanya
dan berfirman pada yang tekun: `Apakah kamu mengetahui Aku?, atau kamu
berkuasa atas semua yang ditangan-Ku?`. Allah berfirman pada orang yang
bergelimang dosa: `Pergilah dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku`. Dan
Allah berfirman pada yang lain: `Kalian bawa dia ke neraka`
[HR. Abu Daud]
Rasulullah Saw bersabda: Siapa yang dihitung pada
hari kiamat niscaya dia akan disiksa. Aku bertanya: Bukankah Allah SWT
telah berfirman: ` Maka dia akan dihisab dengan mudah dan
ringan?`. Beliau bersabda: `Itu bukannya perhitungan, itu hanyalah
pembentangan kepada orang-orang yang dihitung pada hari kiamat dan dia
akan diazab`
[HR. Bukhari, Muslim]
Manusia yang paling sengsara adalah mereka yang menjalani kehidupan
ini dengan hanya mengikuti hawa nafsu, dan menuruti setiap dorongan
emosi serta keinginan hatinya. Pada kondisi yang demikian, manusia akan
merasa setiap peristiwa menjadi sedemikian berat membebani, seluruh
sudut kehidupan menjadi makin gelap gulita, kedengkian dan kebencian
mudah bergolak didalam hatinya.
Dan akibatnya, ia akan hidup didalam dunia khayalan dan ilusi. Ia
akan memandang setiap hal di dunia adalah musuhnya, ia menjadi mudah
curiga dan merasa orang disekelilingnya sedang berusaha menyingkirkan
dirinya, dan ia akan selalu dibayangi rasa was-was bahwa dunia akan
merenggut apa yang ada padanya.
Emosi yang tidak terkendali hanya akan melelahkan, menyakitkan dan
meresahkan diri. Dalam keadaan marah, seluruh isi hatinya tertumpah ruah
dan ia cenderung berbuat sekehendak nafsunya.
Banyak orang yang tidak mampu melihat indahnya kehidupan, mereka
hanya membuka matanya untuk uang, uang dan uang semata. Maka, meskipun
ia berjalan melewati taman yang indah, bunga-bunga yang cantik mempesona
mereka sama sekali tidak tertarik dengan semua itu. Sesungguhnya ia
harus menggunakan uang itu sebagai sebuah sarana untuk membangun
keluarga bahagia yang dipenuhi kegembiraan.
Kehidupan ini laksana permainan yang harus diwaspadai. Ia dapat
menyulut kekejian, kepedihan dan bencana. Jika demikian sifat-sifat
dunia, maka mengapa harus begitu diperhatikan dan ditangisi
ketika gagal diraih. Keindahan hidup didunia ini acapkali palsu,
janji-janjinya hanya fatamorgana, dan apapun yang dilahirkan oleh dunia
ini senantiasa berakhir dengan ketiadaan. Orang yang paling bergelimang
dengan harta merupakan orang yang paling merasa terancam.
Perhatikanlah orang-orang munafik, betapa rendahnya semangat dan
tekad mereka. `Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada
penjaga)`(33:Al Ahzab:13).
`Kami takut akan mendapat bencana`(05:Al Maaidah:52). `Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya`(33:Al Ahzab:12).
Kecemasan dan pengetahuan mereka hanya sebatas soal hidup enak, rumah
yang nyaman, kendaraan yang terbaru, pakaian indah dan makanan yang
lezat. Betapa banyak manusia yang hidupnya dari pagi hingga sore, hanya
disibukkan oleh kecemasan dan kegelisahan. Keadaan inilah sebenarnya
merupakan bencana besar bagi mereka. Letakkan persoalan sesuai dengan
porsi dan kedudukannya, jangan melakukan kezaliman untuk mencapai
tujuan-tujuan karena rasa cemas dan kegelisahan yang pada akhirnya hanya
berupa angan-angan kosong.
(`Aidh Al-Qarni)
Hawa nafsu bagaikan lautan yang tidak pernah puas dengan menelan air
dari sungai-sungai, sementara hawa nafsu manusia lebih dalam dan lebih
luas dari lautan, maka jihad yang paling besar bagi hamba Allah adalah
berperang melawan hawa nafsunya. Orang yang mempunyai akal yang sempurna
dan mau berpikir mengenai hakekat kehidupan akan mengerti bahwa dunia
adalah penjara bagi orang yang beriman dan surga bagi orang-orang
kafir. Maka hakekat kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat
yang merupakan karunia dari-Nya.
(Pustaka)
Pencarian, kecintaan dan kerinduan kepada Allah adalah jalan untuk
mencapai takdir yang baik, karena setan selalu berkeluh kesah tentang
takdirnya :`Jika Allah telah mentakdirkan kejahatan itu terjadi, maka
aku tidak berkuasa untuk merubahnya dan menjadikannya kebaikan. Demikian
pula sebaliknya, sesuatu kebaikan itu terjadi, maka akupun tidak kuasa
me rubahnya menjadi kejahatan, maka sesungguhnya apakah yang menjadi
kekuasaanku terhadap orang-orang yang beriman?.
(Pustaka)
Kehidupan itu bagaikan awan, karena awan pasti bergeser. Setiap
manusia akan keluar dari dunia ini seakan tidak pernah masuk ke
dalamnya. Maka berhati-hatilah, karena panah kematian akan datang tanpa
diketahui. Manusia adalah penunggang punggung usia, semakin menjauhi
dunia dan mendekati kubur. Dan bagi yang memilih dunia, maka dia akan
beristirahat tanpa pahala, maka takutlah pada kelalaian, karena lalai
adalah tipuan setan.
(Pustaka)
Hukum di dunia ini fana, segalanya akan berakhir, begitu pula
kecantikan yang akan terus memudar. Kecantikan yang hakiki adalah
kecantikan nurani dan kemuliaan pribadi, bahkan akan menjadi bekal kita
menghadapi kehidupan akhirat yang kekal. Maka waspadalah terhadap rupa
dan harta dunia.
(Pustaka)
Bilamana seseorang mencintai suatu perbuatan buruk, kemudian
perbuatan itu membutakan dan memabukkan hatinya, berarti hawa nafsu
telah memutuskan akalnya dan dunia telah mematikan hatinya, sementara
otaknya penuh dengan pikiran untuk memenuhi hasrat buruknya, akibatnya
ia menjadi budak nafsu dan budak dari setiap orang yang turut
menyuburkan nafsunya, kemana saja hawa nafsu itu berpaling maka
kesanalah ia berpaling, kemana saja hawa nafsu itu bergerak maju maka
kesanalah ia bergerak maju, maka ia akan terlihat sebagai jasad tanpa
ruh atau amalnya bagaikan ukiran diatas air.
(Pustaka)
Wahai hamba Allah, hamba yang paling disukai-Nya adalah orang yang
diberi-Nya kemampuan bertindak melawan hawa nafsu, sehingga bathinnya
larut dalam kesedihan karena dihinggapi rasa takut kepada-Nya. Wahai
hamba Allah, berhati-hatilah dengan waktu, karena waktu akan
memperlakukan orang-orang yang hidup sama dengan yang telah pergi, waktu
yang berlalu tidak akan kembali dan apa yang ada didalamnya tidak akan
kekal.
(Pustaka)